Manistutu, 23 Oktober 2026 — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana, telah dilaksanakan kegiatan Gladi Simulasi Kebencanaan dan Kebakaran yang bertempat di Kantor Desa Manistutu, Kabupaten Jembrana, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana serta membangun kesiapan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bencana gempa bumi dan kebakaran.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bencana, risiko bencana di Kabupaten Jembrana, Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), serta tata cara evakuasi saat terjadi gempa bumi. Untuk memperdalam pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemutaran video simulasi gempa bumi. Peserta juga mengikuti praktik simulasi gempa bumi sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang telah diberikan.
Selain itu, peserta diberikan tautan untuk mengisi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai sarana penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depannya.
Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan aspirasi terkait kondisi kekeringan yang masih dialami oleh masyarakat Desa Manistutu, khususnya di wilayah Dusun Benel dan Dusun Pendem. Masyarakat berharap adanya pengadaan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, terutama pada musim kemarau.
Aspirasi tersebut didasarkan pada pengalaman keberhasilan pengadaan sumur bor sebelumnya di wilayah Tunas Mekar dan Katulampa yang dinilai telah membantu menekan permasalahan kekeringan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perluasan bantuan masih diperlukan karena Dusun Benel dan Dusun Pendem masih mengalami kekeringan yang cukup parah pada tahun ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Manistutu semakin tangguh dan siap menghadapi potensi bencana, serta aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam merumuskan langkah penanganan kekeringan secara berkelanjutan.
Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh terhadap bencana, serta mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih.